Rumah ini masih sama, Pak, tidak ada yang benar-benar berubah kecuali satu hal— Bapak tidak lagi di dalamnya. Aku masih duduk di tempat yang biasa, masih mendengar suara yang sama, tapi semuanya terasa jauh sejak Bapak tidak menjawab lagi. Dan aku sudah kehilangan arah pulang. Setiap kali masalah datang, aku diam lebih lama dari biasanya, menunggu sesuatu yang dulu selalu ada— suaramu. Dulu, aku tidak pernah benar-benar takut pada rumitnya hidup, karena selalu ada Bapak yang berdiri di tengah, menenangkan, menjelaskan, dan membuat semuanya terasa cukup. Sekarang, aku hanya punya diri sendiri yang sering kali tidak tahu harus bagaimana. Pak, aku rindu ditanya hal-hal sederhana, rindu dipanggil dengan nada yang sama, rindu punya tempat berpihak tanpa harus menjelaskan apa-apa. Aku ingin sekali kembali ke hari-hari ketika semuanya terasa aman, ketika aku tahu bahwa seberat apa pun dunia, aku selalu punya tempat untuk pulang. Sekarang, aku hanya belajar berdiri di ruang yang terlalu sunyi,...